Hati yang bersih seputih kaca lampu

0 komentar
TwitThis
Firman Allah :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lobang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. an-Nur (24) : 35

Para Ulama menafsir ayat tersebut dengan mengatakan bahwa kaca yang dimaksud pada ayat diatas ialah hati, sedang pelita besar yang meneranginya ialah pelita yang berasal dari Cahaya Allah. Jadi, perumpamaan cahaya Allah di dalam hati manusia ialah seperti pelita besar yang terbungkus kaca.
Apakah anda masih ingat lampu minyak tanah sebelim ada listrik dahulu? Kaca lampu minyak tanah itu kelamaan akan dipunuhi warna hitam yang harus cepat dibersihkan agar cahaya bisa kembali terang. Setiap hari kaca itu harus dibersihkan, karena setiap hari pasti ada bercak hitam pada kaca yang menutupi cahaya.
begitu juga dengan hati. Setiap hari kita harus membersihkannya, karena setiap hari kita melakukan dosa, sedang dosa meninggalkan bercak hitam yang akan menutupi hati.
 

Link





Twitter Blog Templates © Copyright by Ketekenan, Keuletan Untuk kesuksesan | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks